Industri fashion muslim global memang bisnis online untuk pemula merupakan pasar jutaan dolar. Permintaan akan perancang busana muslim semakin meningkat baik di negara muslim maupun di negara non muslim yang berpenduduk muslim seperti Australia atau Inggris.Dian juga menunjukkan bahwa desainnya dapat dikenakan oleh siapa saja — Muslim atau non-Muslim — dan banyak yang memiliki daya tarik universal.

“Kami memadukan pengaruh lokal dengan bisnis online untuk pemula desain global, untuk memperluas daya tarik mereka,” jelasnya.Dian menggambarkan baris khusus ini sebagai “high-end” karena banyak bahan, seperti songket tenunan emas, sangat mahal untuk dikerjakan. Dia juga pendiri dan ketua eksekutif Jaringan Wanita Bisnis Australia-Indonesia (AIBN).

Bisnis Online Untuk Pemula Menjadi Agen

“Saat itu, saya harus meminta teman dan kerabat saya untuk menemukan pakaian ini untuk saya. Mereka harus membeli, mengemas, dan mengirimkannya kepada saya. Itu banyak kerumitan. Dengan platform ini, diaspora Indonesia dapat dengan mudah menelusuri koleksi perancang busana Indonesia dan menghubungi mereka secara langsung jika mereka melihat sesuatu yang mereka sukai.

bisnis online untuk pemula

Selain direktori bisnis, IDBC Tradelink juga bisnis online terpercaya menampilkan acara-acara yang diadakan oleh IFC dan menampilkan desainer IFC, seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 25-30 Oktober dan Muslim Fashion Festival (Muffest) awal tahun depan.Sekitar 30 desainer IFC akan memamerkan koleksi mereka selama ISEF,” kata Ali Charisma.Selain direktori bisnis dan platform untuk promosi, IDBC Tradelink juga menawarkan forum diskusi, di mana perancang busana Indonesia dan diaspora dapat bertukar informasi.

“Diaspora Indonesia, misalnya, bisa memberi petunjuk tentang apa yang sedang tren di negaranya, serta aturan impornya,” kata Astrid. “Dan semua diskusi akan dilakukan dalam bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa ibu kita. Jadi, akan sangat nyaman bagi keduanya (perancang busana dan diaspora Indonesia).”Astrid, yang memiliki bisnis konstruksi di Perth, Australia, telah tinggal di negara itu selama 23 tahun.

Namun, untuk memuliakan acara keagamaan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan (Kemendiknas), Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (MCYS) dengan dukungan dari Radio Televisi Brunei (RTB), akan menyiarkan Perayaan Maulidur Rasul melalui channel RTB dan semua channel radio serta RTBGo hari ini jam 12.30 WIB.

Di antara program yang dirangkai adalah, pembacaan ayat Al-Quran Dikir Marhaban, Selawat, puisi dan ceramah agama.Karena pandemi COVID-19 saat ini, arisan dan arak-arakan tradisional yang berlangsung secara nasional tidak akan dilaksanakan tahun ini.Tema perayaan Maulidur Rasul 1443 Hijriah adalah Rasulullah Kekasih Allah, Kekasihku Dunia Akhirat.

Sementara itu, sebelum acara keberuntungan, petugas masjid telah membaca Dikir Maulud dan Selawat secara virtual selama 12 malam berturut-turut untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad (saw) pada saat masjid, surau dan aula ditutup sementara.Anggota dewan permusyawaratan desa, pemuda masjid dan kelompok Muslimah bergabung dalam kegiatan keagamaan tersebut.

Dikir Maulud bertujuan untuk mendapatkan pahala dan bantuan klik disini bagi mereka yang memuji Nabi Muhammad (saw) melalui Selawat serta untuk mendapatkan berkah dan taubat di kalangan umat Islam dalam mengingat pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi (saw) dalam menyebarkan ajaran Islam.Selama masa pra-COVID-19, ribuan Muslim bergabung dalam pertemuan massal dan prosesi di sekitar ibu kota untuk menandai acara tersebut.

Aksi unjuk rasa nasional semacam itu akan memperkuat bisnis online untuk pemula persatuan dan komitmen umat Islam dalam menjalankan kewajiban agama dan mengikuti ajaran Islam dengan mengambil pelajaran dari Nabi Muhammad (saw) dan pengikutnya dalam mengangkat status Islam sebagai agama yang diberkati oleh Allah SWT.Peserta dari kementerian, departemen, lembaga pendidikan, lembaga penegak hukum dan LSM sering berpartisipasi dalam pertemuan massal itu.

 

Tags: